2015 adalah tahun yang sangat penting bagi Linux, baik di perusahaan, maupun konsumen. sebagai Pemula, saya sangat tertarik dengan sistem operasi Linux, dan di tahun 2016 Linux akan jauh lebih menarik. sebagai pemula, saya telah mencoba semua distro Linux di bawah ini, dan saya belajar banyak dari distro linux reccomendasi untuk para pemula ini :
Best Comeback Distro : openSUSE
SUSE adalah perusahaan linux tertua, di bentuk hanya setahun setelah Linus Torvalds megumumkan Linux. Perusahaan mereka benar-benar mendahului raja Linux Red Hat. SUSE juga sponsor dari openSUSE, distro berbasis masyarakat.
Pada 2015, tim openSUSE memutuskan untuk datang lebih dekat dengan SUSE Linux Enterprise (SLE) sehingga pengguna bisa memliki distribusi yang ter-bagi dengan DNA server perusahaan, mirip dengan CentOS dan Ubuntu, dengan demikian openSUSE menjadi openSUSE Leap, distribusi yang langsung berdasarkan SLE SP (service pack) 1.
Kedua distro itu bekerja sama dan berbagi basis kode untuk saling menguntungkan satu sama lain, misalkan SUSE akan mengambil apa yang baik di openSUSE dan sebaliknya, Versi terbaru akan di rilis secara sinkron oleh SLE, berarti setiap versi akan memiliki siklus hidup lebih lama lagi, openSUSE juga mengumumkan perilisan Tumbleweed, a pure rolling-realease version. jadi sekarang pengguna dapat menggunakan super-stable openSUSE Leap.
Tidak ada distro lain yang lebih mengesankan dari pada openSUSE ini.
Most Costumizable Distro : Arch Linux
Arch Linux adalah distribusi rolling-realease terbaik di luar sana,pendekatan desain pengembangan distro ini berfokus pada minimalisme, keanggunan kode,kebenaran program, dan modernitas Versi 0.1 (Homer) telah di rilis pada 11 maret 2002.
Kelebihan
Arch menyajikan lingkungan instalasi yang sangat sederhana (tanpa GUI), dikompilasi untuk arsitektur i686/x86-64, arch itu ringan, flexible, dan simple. filosofi desain dan implementasinya membuatnya mudah untuk di kembangkan dan di bentuk menjadi sistem apapun yang anda buat dari konsol minimalis hingga desktop mewah yang kaya fitur. Daripada nantinya harus membuang paket-paket yang tidak di inginkan, Arch menyediakan Power User kemampuan untuk membangun sistem dari dasar tanpa konfigurasi apapun.
Best-Looking Distro : Elementary OS
ElementaryOS adalah distro linux yang di turunkan dari Ubuntu dan Linux Mint, Distro ini menggunakan environmentnya sendiri yang bernama phanteon dan ter-intergrasi dengan aplikasi bawaan elementary0S lainnya. seperti Plank (sebuah Dock-bar berbasis Docky), web browser Midory dan Sracth (teks editor yang sederhana). Distro ini menggunakan gala sebagai windows manager, yang berbasiskan pada mutter windows manager.
ElementaryOS tujuan awalnya adalah memberikan paket aplikasi Ubuntu, tetapi lama kelamaan berubah fungsi sebagai Distro sebuah Linux tersendiri. sebagai turunan Ubuntu, ElementaryOS dapat menginstall aplikasi yang di miliki ubuntu.
Distro Elementary OS Freya juga menggunakan software center milik Ubuntu untuk menangani masalah pemasangan dan pencopotan perangkat lunak, meskipun begitu software elementary sendiri sedang dalam pengerjaan. tampilan antar muka nya di buat agar terlihat intuitif untuk para pengguna baru tanpa menggunakan banyak sumber daya dan desainnya serupa dengan sistem operasi OS X daru Apple.
Versi stabil pertama dari ElementaryOS adalah "Jupiter" di luncurkan pada maret 2011 dan berbasis Ubuntu 10.10. sejak oktober 2012, versi ini tidak lagi di dukung dan berarti juga tidak lagi bisa di unduh di situs resmi Elementary OS.
Pada bulan november 2012, versi beta pertama dari Elementary OS bernama kode "Luna" dirilis. yang menggunakan ubuntu 12.04 LTS sebagai dasarnya. versi beta kedua dari luna di rilis pada tanggal 6 may 2013, melakukan perbaikan dari 300 bug dan beberapa perubahan seperti peningkatan dukungan untuk localization, dukungan layar ganda dan pembaruan beberapa aplikasi.
Kelebihan Elementary OS :
-Desain nya elegant sebagaimana linux mint yang sama-sama di turunkan dari ubuntu
-Ringan, tidak memakan banyak ram
-Dukungan reporsitory Ubuntu
-Aplikasi installer berupa file DEB sama seperti Linux Mint
-Basic Command Line nya sama seperti debian, Ubuntu dan Linux Mint (sudo-apt get)
-Booting dan Shutdown tergolong cepat
Jika sudah menginstall distro linux, jangan lupa membeli buku atau belajar dari Ebook, karena di indonesia sangat jarang pengguna Linux ^_^ anda harus masuk ke beberapa grup Linux User di Facebook .




Tidak ada komentar:
Write komentar